Administrator

Admin

Terakhir diupdate:

December 8, 2025

Jumlah SKS:

2 SKS

Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah Studi Hadis Kontemporer dirancang untuk membawa mahasiswa memasuki lanskap baru dalam kajian hadis yang berkembang pesat di era modern. Berlandaskan integrasi ilmu, pendekatan multidisipliner, dan kepekaan terhadap perubahan sosial, mata kuliah ini mengajak mahasiswa menganalisis hadis melalui kacamata konteks kekinian, baik dalam aspek hermeneutis, sosial-budaya, digital, maupun pemikiran modern.

Mahasiswa akan mengkaji dinamika isu-isu kontemporer—meliputi sosial, politik, gender, lingkungan, teknologi, hingga budaya populer—dengan menautkannya pada teks dan tradisi hadis. Kajian dilakukan secara tekstual dan kontekstual, menggabungkan pendekatan klasik dengan metodologi ilmu sosial-humaniora serta temuan sains modern, sebagaimana digariskan dalam capaian pembelajaran MK

  • Pokok Bahasan / Bahan Kajian
    1. Arah Perkembangan Studi Hadis di Era Modern
      • Pergeseran dari kajian klasik ke pendekatan multidisipliner
      • Tantangan global dan isu-isu modern dalam kajian hadis
    2. Pendekatan Tekstual–Kontekstual dalam Membaca Hadis Kontemporer
      • Analisis linguistik & intertekstual (CPMK102–103)
      • Integrasi pendekatan klasik dan sosial-humaniora
    3. Hermeneutika Hadis Modern
      • Perkembangan hermeneutika Barat & Islam (MK32)
      • Aplikasi hermeneutika dalam memahami isu-isu mutakhir (CPMK105–107)
    4. Hadis dan Isu Sosial-Kontemporer
      • Gender, lingkungan, politik, keluarga, kesehatan, dan etika publik
      • Pendekatan integratif terhadap hadis bertema isu kontemporer (CPMK108–110)
    5. Living Hadis di Era Modern
      • Sejarah, konsep, dan ruang lingkup living hadis (MK36)
      • Praktik dan studi kasus masyarakat lokal–global (CPMK111–114)
    6. Pemikiran Hadis Kontemporer
      • Tokoh & mazhab pemikiran era modern
      • Rekonstruksi metodologi dan kritik hadis modern (MK39, CPMK153–155)
    7. Studi Hadis Kawasan di Era Global
      • Perkembangan hadis di Timur Tengah, Nusantara, dan Barat (MK35, MK40)
      • Dinamika sosial–politik yang memengaruhi pemikiran hadis (CPMK61–69)
    8. Orientalisme dan Kajian Barat atas Hadis
      • Tokoh utama dan pendekatan kritis Barat (MK37)
      • Respons dan kontribusi ilmuwan Muslim terhadap kajian orientalis (CPMK65–67)
    9. Digitalisasi Hadis dan Tantangan Era Media
      • Pemanfaatan sumber digital, big data hadis, aplikasi analisis (MK43)
      • Verifikasi hadis di media sosial & fenomena hoaks keagamaan (CPMK151–152)
    10. Hadis dalam Budaya Pop dan Ruang Publik Digital
    • Konten dakwah, tren religius online, fenomena viral
    • Etika digital dalam penyebaran hadis (CPMK150–152)
    1. Metode Penelitian Hadis Kontemporer
    • Pendekatan interdisipliner & integrasi ilmu sosial-humaniora (CPMK135–137)
    • Penelitian berbasis isu-isu kekinian dan kebutuhan masyarakat
    1. Hadis dan Advokasi Sosial–Keagamaan
    • Hadis sebagai basis pemberdayaan & moderasi beragama (CPMK181–183)
    • Praktik interpretasi kontekstual untuk resolusi masalah sosial
    1. Transformasi Makna Hadis di Masyarakat Modern
    • Perubahan praktik, reinterpretasi, dan respon publik
    • Analisis kasus living hadis dalam budaya urban & digital
    1. Produksi Pengetahuan Hadis di Era Kontemporer
    • Penulisan ilmiah, konten digital berbasis hadis, dan publikasi
    • Etika akademik dan standar ilmiah dalam studi hadis modern (CPMK144–146)

     

  • Pustaka
  • A. Rujukan Utama Studi Hadis Klasik & Modern

    1. al-Khatib al-Baghdadi. al-Kifāyah fī ‘Ilm al-Riwāyah. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
    2. al-Suyuti, Jalaluddin. Tadrīb al-Rāwī. Beirut: Dar al-Fikr.
    3. Ibn Hajar al-‘Asqalani. Nukhbat al-Fikr. Beirut: Dar al-Ma‘rifah.
    4. al-Nawawi. Sharḥ Shahīh Muslim. Kairo: Dar al-Hadith.
    5. al-Sakhawi. Fatḥ al-Mughīth. Madinah: Maktabah al-‘Ilmiyyah.
    6. Subhi al-Shalih. Ulūm al-Hadīth wa Muṣṭalaḥuhu. Beirut: Dar al-‘Ilm li al-Malayin.
    7. M.M. Azami. Studies in Hadith Methodology and Literature. Indianapolis: American Trust Publication.
    8. Muhammad Mustafa al-A‘zami. On Schacht’s Origins of Muhammadan Jurisprudence. Kuala Lumpur: Islamic Book Trust.

    B. Rujukan Pendukung: Kontekstualisasi, Hermeneutika, & Isu Sosial

    1. Fazlur Rahman. Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago: University of Chicago Press.
    2. Fazlur Rahman. Major Themes of the Qur’an. Chicago: University of Chicago Press.
    3. Abdullah Saeed. Reading the Qur’an in the Twenty-First Century: A Contextualist Approach. London: Routledge.
    4. Nasr Hamid Abu Zayd. Rethinking the Qur’an: Towards a Humanistic Hermeneutics. Leiden: Leiden University Press.
    5. Yusuf al-Qaradawi. Kayfa Nata‘āmal ma‘a al-Sunnah. Kairo: Dar al-Shuruq.
    6. Jasser Auda. Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: IIIT.
    7. Mohammed Arkoun. Rethinking Islam. Colorado: Westview Press.
    8. Amin Abdullah. Islam sebagai Ilmu: Epistemologi, Metodologi dan Etika. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
    9. Sahiron Syamsuddin. Hermeneutika dan Pengembangan Ulumul Qur’an. Yogyakarta: Elsaq Press.

    C. Rujukan Kontemporer: Living Hadis, Digitalisasi, & Studi Global

    1. Alfatih Suryadilaga, dkk. Living Hadis: Konsep, Metode dan Studi Kasus. Yogyakarta: Q-Media.
    2. Munirul Abidin. Hadis di Era Digital: Metode, Kritik, dan Tantangan. Jakarta: Kencana.
    3. Sahiron Syamsuddin (ed.). A Contemporary Introduction to the Study of Hadith. Yogyakarta: Sunan Kalijaga Press.
    4. Ömer Özsoy & Harald Motzki (eds.). Hadith: Origins and Development. London: Routledge.
    5. Harold Motzki. The Origins of Islamic Jurisprudence. Leiden: Brill.
    6. Jonathan Brown. Hadith: Muhammad’s Legacy in the Medieval and Modern World. Oxford: Oneworld.
    7. Scott C. Lucas. Constructive Critics, Hadith Literature, and the Articulation of Sunni Islam. Cairo: AUC Press.
    8. Asad Q. Ahmed. The Religious Elite of the Early Islamic Hijaz. Oxford: Oxford University Press.
    9. Asep Saeful Muhtadi & Rumadi. Media Sosial, Hoaks, dan Keagamaan. Jakarta: Mizan.
    10. Syamsuddin Arif. Orientalis & Diabolisme Pemikiran. Jakarta: INSISTS Press.

    1. Platform Digital Hadis (Core Learning Media)

    Ini wajib! Sangat mendukung CPMK tentang digitalisasi hadis (mis. CPMK145, CPMK150–152).
    Media yang bisa digunakan:

    • Maktabah Syamilah Online / Desktop
    • Lidwa Pustaka (HIS)
    • Muslim Pro Hadith Collections
    • Ensiklopedia Hadis Kemenag
    • Sunnah.com
    • Al-Maktaba Al-Shamilah Cloud
    • HadithEnc.com

    Fungsi: takhrij, perbandingan riwayat, analisis sanad-matn, eksplorasi teks klasik.

     

    2. Learning Management System & Collaborative Tools

    Sangat cocok untuk kerja kelompok, analisis kasus, dan diskusi pemikiran kontemporer:

    • Google Classroom / Moodle
    • Notion Workspace (untuk peta konsep & analisis hermeneutika)
    • Google Doc & Jamboard (untuk eksplorasi teks & mind-mapping)
    • Padlet (untuk menampilkan hasil “living hadis” dari lapangan)

     

    3. Media Visual & Analitis

    • Mind-mapping apps (XMind, MindMeister) untuk memetakan pemikiran tokoh kontemporer.
    • Canva untuk membuat infografis matan-hadis & analisis konteks.
    • Tableau / Flourish untuk memvisualkan data “living hadis”.

     

    4. Media Riset Lapangan (Living Hadis)

    Sangat relevan untuk MK33 dan MK36!

    • Rekaman video praktik living hadis
    • Observasi lapangan via vlog, dokumentasi, foto
    • Wawancara tokoh masyarakat melalui Zoom/Google Meet

    Ini cocok untuk tugas riset: dokumentasi tradisi keagamaan berbasis hadis.

     

    5. Media Sosial sebagai Ruang Analisis

    Supaya mahasiswa peka terhadap hadis di ruang publik modern (CPMK156–158).

    • Instagram, TikTok, YouTube: analisis konten dakwah, hoaks hadis, fenomena viral.
    • X/Twitter: telaah debat publik terkait interpretasi hadis.

     

    6. Media Akademik

    • JSTOR, Brill Online, SpringerLink, Cambridge Core
    • Sinta & Moraref untuk artikel ilmiah Indonesia
    • Google Scholar untuk akses komparatif pemikiran hadis modern

    Sangat cocok untuk penugasan karya ilmiah (CPMK153–155).

     

    7. Media Pembelajaran Interaktif

    • Kahoot / Quizizz: evaluasi cepat pemahaman hadis kontemporer
    • Nearpod / Mentimeter: diskusi interaktif isu gender, sains, lingkungan, dll.
    • Simulation-based learning: simulasi verifikasi hadis digital di media sosial

     

    8. Media Produksi Konten

    Untuk tugas proyek digital (CPMK150–152):

    • Canva Video / CapCut
    • OBS Studio untuk rekaman kuliah mini
    • Anchor / Spotify Podcasting untuk “Podcast Hadis Kontemporer Mahasiswa”

     

    9. E-Book & E-Library

    • Perpustakaan UINSA – e-Resources
    • Internet Archive
    • Open Library
    • Z-Library (dengan etika akademik)

     

    dosen-studi-hadis-kontemporer
    Fathoniz Zakka, Lc, M.Th.I
    198412192023211010
    Preview
    • Koordinator :
      -
    • Dosen Pengajar :1
    • Durasi :1 Semester